Sepercik Harapan

Sepercik Harapan ..
Serpihan malam
getaran-getaran halus
menggenggam lurus

dalam detik ini
ingin ku selimuti
bayang-bayang sepi

Aku kehilangan bayangmu
kusapu bekas bayangmu
aku masih seperti kemarin
menanti dalam hening
namun kau tak bergeming
menuju ke arahku

Entahlah...
mungkin aku harus berlalu
mengalah pada waktu
karena aku didirimu
hanya sebagai sosok semu
aku cukup berdiri disini
tanpa segala sesuatu tentangmu



Kita, Kau dan Aku

Kita, Kau dan Aku ....


















Kita pernah satu jiwa
Kita pernah satu rasa
Tertawa dan menangis berdua

Walau kita terpisah jauh, namun hati kita selalu dekat
Kau milikku selamanya !

Kau adalah darah di nadiku
Menggulirkan waktu di hariku
Merasa dan terasa bersama
Walau ada ruang jarak dan waktu, namun hati kita satu
Kau satu selamanya !

Aku bagai bayangmu
Karena dirimu adalah aku
Sama oleh rasa yang sama
Walau kita tak bersama, namun kita slalu sama
Kau dan aku selamanya !

Pilu Mengenangmu ...


Pilu Mengenangmu ...
Di sini dulu kita pernah bersama
Melewati waktu berdua
Menghabiskan hari jadi sebuah kenangan
Entah kenapa
Tiba-tiba saja hari ini
Aku merasakan getar dihatiku
Akan kehadiranmu
Padahal bayanganmu pun
Sudah lama tidak ku temukan
Meski cuma seketika kebersamaan kita
Namun engkau bagiku
Bak embun yang sejukkan kalbu
Di tengah garangnya hari
Dan berangnya gelora
Melilit hati
Aroma kehadiranmu
Mengental di sudut hatiku
Terasakan pilu mengenangmu